Tsunami Selat Sunda

Tsunami Selat Sunda – Untuk kedua kalinya tahun ini, tsunami tak terduga melanda pantai Indonesia yang mengakibatkan ratusan orang meninggal. Tsunami ini mungkin disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda, Para pejabat Indonesia berspekulasi bahwa letusan yang terjadi malam lalu mungkin telah memicu tanah longsor di bawah laut. Sejauh ini, setidaknya 220 orang diketahui telah meninggal, lebih dari 800 orang terluka dan banyak orang hilang. Banyak kematian terjadi di Pandelang, yang terletak di ujung teluk yang bisa memperbesar ketinggian ombak. Gelombang tsunami setinggi 3 meter . Anda dapat melihat beberapa kerusakan dari gelombang ini di video dan gambar di bawah ini. UPDATE : Korban tewas sekarang lebih dari 400 dan pemerintah setempat meminta orang untuk menjauh dari pantai sampai pertengahan minggu.

tsunami selat suda

Kehancuran akibat tsunami 23 Desember 2018 di Selat Sunda, Indonesia. BNPB.

Embedded video

UPDATE: Here’s another GIF showing last night’s eruptive plume from Anak Krakatau:

Embedded video
Ada laporan yang belum dikonfirmasi bahwa tsunami dihasilkan oleh lebih dari setengah kerucut Anak Krakatau yang ada yang runtuh ke laut. Tidak ada gempa bumi signifikan yang tercatat di daerah itu tadi malam, sehingga letusan Anak Krakatau mungkin menjadi sumber tsunami yang paling memungkinkan.

 

UPDATE: These images from Sentinel-1 show evidence of a collapse of Anak Krakatau along with potential waves generated by the collapse:

R. Natsuaki@flyingwktk

In Sentinel-1 image of Krakatau (Dec. 22, 2018, 22:33:45 UTC), somethings are captured. https://goo.gl/EFQHai  by @sentinel_hub

View image on Twitter

R. Natsuaki@flyingwktk

GIF comparison between 12/19 – 12/22 pic.twitter.com/nPOdKcZeh3

Embedded video

Longsoran lereng gunung adalah salah satu cara utama letusan gunung berapi dapat menghasilkan tsunami. Letusan Unzen pada tahun 1792 menyebabkan bagian dari gunung berapi runtuh ke laut, menewaskan lebih dari 15.000.Krakatau, gunung berapi yang mendahului Anak Krakatau, terkenal menghasilkan letusan besar dan tsunami pada tahun 1883 . Berbeda dengan peristiwa ini, tsunami 1883 yang menewaskan 36.000 diakibatkan oleh runtuhnya kaldera, di mana seluruh gunung berapi itu runtuh membentuk mangkuk yang diisi oleh laut (bawah). Anak Krakatau telah dibangun selama 125 tahun terakhir dalam kaldera 1883 itu.

Sentinel-2 image of Anak Krakatau erupting in September 2018. The three outer islands outline the shape of Krakatau prior to the 1883 eruption. NASA Earth Observatory.

Sentinel-2 image of Anak Krakatau erupting in September 2018. The three outer islands outline the shape of Krakatau prior to the 1883 eruption. NASA Earth Observatory.

(Source: http://blogs.discovermagazine.com/rockyplanet/2018/12/23/surprise-tsunami-hits-indonesia-killing-hundreds/)

 

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.