Topan Rammasun

Topan Rammasun – Delapan bulan setelah Topan super Haiyan yang melanda daratan Filipina, badai kuat lain memporakporandakan Filipina. Pada tanggal 15 Juli 2014, Topan Rammasun (dikenal secara lokal sebagai Glenda) menyapu Pulau Luzon selatan sebagai badai kategori 3, membawa hujan deras dan angin dengan kecepatan lebih dari 200 kilometer (125 mil) per jam.

Topan Rammasun

Acquired July 15, 2014
download large image (1 MB, JPEG, 1600×2050)
Topan Rammasun

acquired July 9 – 16, 2014
Color bar for Topan Rammasun Drenches Philippines

The Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang merupakan satelit milik NASA memperoleh gambar tersebut dari Rammasun pada pukul 1:00 waktu setempat (0500 UTC) pada tanggal 15 Juli, sesaat sebelum badai tiba di daratan. Pada saat badai telah melewati Filipina pada tanggal 16 Juli, telah turun lebih dari 200 milimeter (8 inci) hujan di wilayah Luzon, Samar, dan Panay, menurut Multi-satellite Precipitation Analysis, yang sebagian besar didasarkan data yang dikumpulkan dari data Tropical Rainfall Measuring Mission(TRMM). Dalam peta di atas, curah hujan tinggi ditunjukkan dengan warna biru gelap.

Topan Rammasun memiliki intensitas kerusakan yang lebih ringan jika dibandingkan dengan topan Haiyan, yang memecahkan rekor  bencana topan yang menewaskan lebih dari 7.300 orang tewas atau hilang. Sejauh ini, para pejabat menyatakan 20 tewas akibat topan Rammasun, terutama karena tertimpa pohon dan tiang listrik. Namun, jumlah korban bisa saja jauh lebih buruk. Topan Rammasun terjadi berjarak 60 kilometer (40 mil) dari Manila, ibu kota dari 12 juta orang, tetapi badai pecah saat mendekati kota, dengan kecepatan angin hanya berkisar 32 kilometer (20 mil) per jam di bandara Manila. Namun demikian, Topan Rammasun masih masih tercatat sebagai badai topan yang kuat. Dengan memori topan Haiyan yang masih segar dalam ingatan,  topan Rammasun mengakibatkan lebih dari 400.000 orang meninggalkan rumah-rumah mereka.

Topan Rammasun melemah interaksinya ketika bertemu dengan terrain yang tinggi di daratan Filipina, tapi pengamat berharap untuk memantau dan mengintensifkan pengamatan ketika topan tersebut bergerak ke atas perairan hangat dan pertemuan kondisi angin yang menguntungkan di Laut Cina Selatan. Pada tanggal 16 Juli, Topan Rammasun bergerak ke barat laut sebagai badai kategori 1. Pengamat memprediksi topan tersebut akan menjadi topan berkategori 2 atau 3 ketika tiba di Pulau Hainan, China pada hari Jumat.

 

Sumber: Earthobservatory.nasa.gov

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *