Tag Archives: bagaimana interpretasi citra satelit

Interpretasi Citra Satelit

Citra satelit pada dasarnya seperti peta, penuh dengan informasi yang berguna dan menarik, asalkan kita memiliki kunci. Mereka dapat menunjukkan kepada kita berapa banyak kota telah berubah, seberapa baik tanaman tumbuh, di mana api terbakar, atau ketika badai akan datang. Untuk mendapatkan informasi yang kaya dalam citra satelit, ada beberapa tips dan strategi dalam melakukan interpretasi citra satelit:

  1. Tentukan/carilah skala
  2. Carilah pola, bentuk, dan tekstur pada citra satelit
  3. Tentukan warna (termasuk bayangan)
  4. Cari arah utara

1. Tentukan/carilah Skala

Hal pertama yang orang ingin lakukan ketika mereka melihat sebuah citra satelit adalah mengidentifikasi tempat-tempat yang sudah akrab dengan mereka, seperti: rumah, sekolah, atau tempat usaha, taman favorit atau daya tarik wisata, atau fitur alami seperti danau , sungai, atau punggungan gunung. Artinya kita bisa mendapatkan informasiyang lebih detail atau halus dari objek lain dengan skala yang telah ditentukan tadi. Kita akan mampu mengidentifikasi objek-objek yang terdapat dalam citra satelit.

Perhatikan gambar citra satelit pada banjir Boulder, Colorado dalam berbagai skala.

interpretasi citra satelit

Citra satelit WorldView-2 skala 1 : 200 m @DigitalGlobe

interpretasi citra satelit

Citra satelit WorldView-2 skala 1 : 1.000 m @DigitalGlobe

interpretasi citra satelit

Citra satelit Landsat skala 1 : 30 km

interpretasi citra satelit

Citra satelit MODIS skala 1 : 250 km

Penggunaan skala citra yang berbeda akan diperoleh beberapa informasi. Misalnya dalam kasus banjir di atas. Penggunaancitra satelit WorldView-2 skala 1 : 200 kita akan bisa mendapatkan informasi rumah mana saja yang tergenang air, kemudian dalam lingkup yang lebih luas (citra satelit WorldView-2 skala 1 : 1.000 m) kita akan mengetahui bencana banjir dalam lingkup yang lebih luas, misalkan area metropolitan, perkotaan. Bahkan, kita mungkin akan mengetahu sumber banjir, atau arah aliran banjir dengan memanfaatkan citra satelit yang memiiki lingkup yang lebih luas lagi, seperti citra satelit landsat.

 2. Carilah pola, bentuk, dan tekstur pada citra satelit

Dengan mengetahui pola, bentuk, atau pun tekstur citra satelit kita akan mampu menentukan jenis topografi pada permukaan bumi, apakah itu pegunungan, gunung api (volcano), aliran sungai (river), danau, sumber mata air, hutan, laut, gurun atau lainnya.

Perhatikan perbedaan pada bentuk topografi berikut:

interpretasi citra satelit

Topografi permukaan pada citra satelit

 3. Tentukan Warna

Dalam citra true color/natural color, fitur-fitur umum yang dapat terlihat sebagai berikut:

interpretasi citra satelit

Citra satelit landsat 8 @USGS

Air

Interpretasi citra satelit: air cenderung menyerap cahaya, sehingga akan berwarna gelap atau biru. Sedimen memiliki partikel-partikel yang dapat memantulkan cahaya, sehingga berwarna lebih cerah, hijau kebiruan. Pada gambar di atas bisa dilihat degradasi warnanya mulai dari hijau, hijau kebiruan, sampai biru gelap, menandakan sungai (river) sampai ke aut dalam (laut terbuka).

Vegetasi/tanaman

interpretasi citra satelit

Warna vegetasi pada citra satelit berdaskan musim

Warna pada tanaman atau vegetasi menandakan jenis vegetasinya. Misalnya warna pada padang rumput cenderung hijau pucat, daera hutan cenderung berwarna hijau gelap, dan warna pada daerah pertanian terihat ebih terang karena masih dominan unsur tanahnya. Dalam hubungan dengan musim, warna vegetasi pada musim semi akan terlihat pucat dibandingkan musim panas. Dan warna vegetasi terlihat coklat ketika pada musim dingin. Dari pengetahuan identifikasi warna, kita akan mengetahui akuisi dari data citra satelit itu sendiri.

Tanah

Tanah kosong atau sedikit vegetasi biasanya akan berwarna coklat. Tetapi, warna tanah pada citra satelit sangat dipengaruhi oleh kandungan mineral pada tanah itu sendiri. Dalam beberapa daerah gurun, biasanya tanah akan berwarna merah atau pink, karena kandungan oksida besinya. Tanah berwarna putih atau pucat menandakan tanah tersebut banyak kandungan garamnya. Pada bekas letusan gunung berapi biasanya pada citra satelit berwarna coklat, abu-abu, atau hitam. Bekas lahan terbakar, dari citra satelit akan terlihat berwarna coklat tua atau hitam.

Perkotaan/Urban

Pada daerah perkotaan, warna citra satelit terlihat abu-abu atau perak, menandakan beton bangunan. Tetapi pada interpretasi daerah perkotaan, yang cukup dominan adalah penggunaan bahan atap bangunan. Misalnya warna merah berarti atap bangunan terbuat dari genting tanah liat.

interpretasi citra satelit

Citra satelit daerah perkotaan

 4. Cari arah utara

Pada citra satelit bagian atas biasanya menunjukan arah utara. Berangkat dari sini, kita akan mampu menentukan kemana arah selatan, timur, atau pun barat dalam hubungannya dengan navigasi. Jika kita tersesat, kita akan bisa mengambil keputusan dengan meihat citra satelit. Apakah kita sedang menuju gunung, sungai besar, atau jalan pulang.

 

Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi:

TERRA IMAGE

Email: sales@terra-image.com | Website: www.terra-image.com
HP: 081314697608 / 081809401869