Letusan Gunung Kelud

Indonesia’s Mount Kelud Erupts

acquired February 14, 2014 download large image (5 MB, JPEG, 8000×8000)
acquired February 14, 2014 download GeoTIFF file (69 MB, TIFF)

Akhir tanggal 13 Februari 2014, Gunung berapi Indonesia, Kelut (atau Kelud) meletus dengan letusan yang besar dan kuat. Satelit pertama mendeteksi letusan Gunung Kelud pada 23:09 waktu setempat (16:09 UTC). Pada pukul 00:30 waktu setempat (17:30 UTC), Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) pada satelit Suomi NPP memperoleh gambar citra satelit abu vulkanik yang berbentuk jamur besar di atas awan.

Indonesia’s Mount Kelut Erupts

Color bar for Indonesia’s Mount Kelut Erupts
acquired February 14, 2014 download large image (3 MB, JPEG, 2671×1320)
acquired February 14, 2014 download large VIIRS Day/Night Band image (3 MB, JPEG, 3500×3500)
acquired February 14, 2014 download GeoTIFF file (11 MB, TIFF)

Empat puluh menit kemudian, pada 01:10 (18:10 UTC), Cloud-Aerosol Lidar and Infrared Pathfinder Satellite Observation (CALIPSO) terbang di atas abu vulkanik dengan CALIOP, instrumen LIDAR nya. CALIOP menggunakan laser untuk membuat profil dari awan dan partikel di atmosfer. Instrumen mencatat abu vulkanik memiliki ketinggian sekitar 20 km, dengan lebar mencapai hampir 30 kilometer (19 mil).

Abu vukanik dengan ketinggian ini menimbulkan masalah yang signifikan untuk pesawat terbang karena dapat menyumbat turbin pada mesin jet. Letusan Gunung Kelud memaksa tujuh bandara di Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak beroperasi, menhgentikan semua perjalanan udara di wilayah tersebut. Dan yang Lebih penting lagi adalah dampak penduduk di sekitar Gunung Kelud yang berjumlah sekitar 200.000 orang dievakuasi dari 10 kilometer (6 mil) daerah sekitar gunung berapi. Data sementara dilaporkan 3 orang tewas.

Sejarah mencatat, Gunung Kelud telah menghasilkan beberapa letusan yang mematikan di Indonesia, berupa aliran piroklastik dan lahar dari danau kawah di puncak gunung. Setelah letusan 1919 yang menewaskan 5.000 orang, sebuah proyek rekayasa berusaha untuk mengeringkan danau untuk meminimalkan ancaman selama letusan di masa depan. Ancaman terbesar dalam letusan saat ini tampaknya menjadi abu, yang jatuh di wilayah yang luas di sekitar gunung tersebut.

Pada tanggal 13 Februari 2014 menjeang letusan, Kelud telah menunjukkan tanda-tanda berupa gempa bumi baik dalam dan dangkal, inflasi permukaan, dan meningkatnya suhu di danau kawah. Sejak saat itu Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status Gunung Kelud dari “Waspada” ke “Awas”. Sekitar 3 jam kemudian sejak status gunung dinaikkan, terjadilah letusan besar.

Berikut beberapa foto terkait Letusan Gunung Kelud

Suara Letusan Gunung Kelud Dahsyat, Terdengar Hingga ke Kota Kediri

Gunung Kelud terlihat dari desa Anyar, Blitar, Jawa Timur (14/2)
Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.