Gunung Api Tambora, Sumbawa, Indonesia

Gunung Api Tambora, Sumbawa, Indonesia – Gunung Tambora terletak di pulau Sumbawa yang merupakan bagian dari kepulauan Nusa Tenggara. Gunung ini adalah bagian dari busur Sunda, tali dari kepulauan vulkanik yang membentuk rantai selatan kepulauan Indonesia. Tambora membentuk semenanjungnya sendiri di pulau Sumbawa yang disebut semenanjung Sanggar. Di sisi utara semenanjung tersebut, terdapat laut Flores, dan di sebelah selatan terdapat teluk Saleh dengan panjang 86 km dan lebar 36 km. Pada mulut teluk Saleh, terdapat pulau kecil yang disebut Mojo. Pada tanggal 10 April 1815, Gunung Api Tambora, Sumbawa, Indonesia menghasilkan letusan terbesar yang tercatat dalam sejarah. Diperkirakan 150 kilometer kubik (36 mil kubik) dari tephra – letusan abu dan batu – dengan abu letusan setidaknya mencapai 1.300 kilometer (808 mil) di barat laut. Sementara itu, bencana letusan 10 April tercatat dalam sejarah dan analisis geologis  menyebutkan bahwa gunung berapi telah aktif antara 1812 dan 1815. Letusan abu vulkanik menyelimuti atmosfer, tercatat sejak 10 April, hasil letusan mengurangi intensitas sinar matahari di permukaan bumi, menyebabkan pendinginan global, yang mengakibatkan tahun 1816 “tahun tanpa musim panas”. Akibat perubahan iklim yang drastis ini banyak panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara yang menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk pada abad ke-19.

Gunung Api Tambora, Sumbawa, Indonesia

Acquired March 6, 2009
Download large image (619 KB, JPEG, 1440×960)

Gambar di atas adalah foto citra satelit yang menggambarkan kaldera puncak gunung berapi. Besar kadera  memiliki lebar 6 kilometer (3,7 mil) dan kedalaman 1.100 meter (3.609 kaki) – ketika terbentuk diperkirakan ketinggian puncak Tambora adalah 4.000 meter (13.123 kaki), dan dapur magma di bawah ini dikeluarkan selama letusan 10 April .Sekarang, bagian kawah diisi oleh danau air tawar, deposit sedimen, dan aliran lava minor dan kubah dari abad kesembilan belas dan kedua puluh. Deposit tephra berlapis terlihat di sepanjang tepi kawah barat laut. Fumarol aktif, atau uap panas, masih ada di kaldera.

Pada tahun 2004, para ilmuwan menemukan sisa-sisa sebuah desa, dan dua orang dewasa yang terkubur di bawah sekitar 3 meter (hampir 10 kaki) dari abu di sebuah selokan di sisi-sisa bekas Kerajaan Tambora. Letusan Tambora  memiiki kesamaan dengan letusan Gunung Vesuvius dan menyebabkan Tambora sebagai “Pompeii dari Timur.”

(Sumaber: earthobservatory.nasa.gov)

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *