Fuse/Pansharpening | Pengolahan Citra Satelit

Fuse/pansharpening adalah metode penggabungan data resolusi tinggi panchromatic (black & white) dengan data multispectral resolusi rendah. Ketersediaan data citra satelit tidak selamanya bagus untuk tiap-tiap daerah, terkadang pada area tertentu selalu diliputi awan yang tebal. Sehingga, hasil foto satelit yang dihasilkan presentase cloud covernya tinggi.

Seringkali juga di banyak area hanya tersedia data panchromatic citra resolusi tinggi (citra WorldView-1), tetapi citra multispectral ataupun natural color tidak ada atau tingkat awannya tinggi. Bisa jadi ketika satelit WorldView-1 melintas pada area tersebut dan mengambil foto kebetulan sedang tidak ada awan. Sementara satelit yang menyediakan data color (multispectral), ketika melintas, jepretannya selalu terhalang awan. Konsekuensinya kalau kita tetap memanfaatkan data WorldView-1 black&White, data tersebut selain kurang menarik secara visual juga akan menyulitkan kita dalam melakukan interpretasi data citra satelit, seperti menentukan landcover/landuse, aliran sungai, pembagian vegetasi, dan lainnya, karena memang keterbatasan band dari citra satelit itu sendiri. Lalu bagaimana solusinya agar data yang berwarna hitam putih tersebut lebih memudahkan kita dalam melakukan interpretasi, atau minimal menarik secara visul? Salah satu solusinya adalah dengan melakukan fuse/pansharp dengan data citra satelit lain (misal SPOT, rapidEye, atau ALOS).

Dalam melakukan Fuse/Pansharpeng | Pengolahan Citra Satelit, yang harus diperhatikan adalah perekaman masing-masing data yang akan kita fuse, dalam hal ini citra WorldView-1 (panchromatic, high resolution) dan citra mutispectralnya (SPOT, rapidEye, atau ALOS). Perekaman kedua data tersebut diusahakan tidak terlalu jauh, karena dikhawatirkan banyak terjadi perubahan objek pada area tersebut. Kemudian, semakin tinggi resolusi citra multispectral yang digunakan, tentunya akan menghasilkan hasil fuse yang bagus pula. Misalkan fuse data dengan SPOT-6 (1,5 meter) akan lebih bagus dibadingkan dengan data SPOT-5 (5 meter). Atau citra SPOT-5 (resolusi 5 meter) akan menghasilkan hasil fuse lebih baik jika dibandingkan dengan SPOT-4 (resolusi 10 meter). Tetapi tentunya jika keduanya bebas awan (cloud cover rendah) dan perekaman datanya sama-sama mendekati pankromatiknya.

Berikut contoh proses fuse antara data WordView-1 (resolusi 50cm) dengan data SPOT-5 (resolusi 5m).

fuse/pansharp pengolahan citra satelit

Data WorldView-1 Pankromatik (resolusi 0,5 meter)

Fuse/Pansharpeng | Pengolahan Citra Satelit

Data SPOT-5 (resolusi 5 meter)

Fuse/Pansharpeng | Pengolahan Citra Satelit

Hasil Fusi WordView-1 & SPOT-5 (Natural color)

Dan berikut hasil fusi WordView-1 dengan SPOT-5 dalam komposit warna yang berbeda (false color)

Pengolahan foto citra satelit resolusi tinggi (Image processing)

Hasil fusi: false color red

Pengolahan foto citra satelit resolusi tinggi (Image processing)

Hasil fusi: false color green

 

Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *